Rabu, 28 November 2012

MEMBANGUN KOMITMEN PELAYANAN PRIMA KEPEGAWAIAN (catatan di HUT KORPRI ke 41)


Medio Nopember,
             Sebelum mencoba berbagi mengenai konsep pelayanan prima, saya ingin menceritakan sebuah ilustrasi tentang pelayanan. Demikian ceritanya :
            Pagi itu pak Amir sedang bersiap-siap untuk pergi ke Badan Kepegawaian Daerah, karena kata pengelola kepegawaian kecamatan tempat dia bekerja, dengan datang langsung kesana akan lebih mudah. Hari ini saya akan mengajukan  cuti tahunan, saya akan pulang kampung yang memang butuh waktu agak panjang tepatnya di Sumedang Jawa Barat, dua minggu lagi, demikian batinnya. Setelah mempersiapkan berkas dan pengantar dari kecamatan dan persiapan yang dianggapnya perlu, pak Amir bergegas menuju Badan Kepegawaian Daerah.
            Dalam perjalanan menuju Badan Kepegawaian Daerah, pak Amir melihat suatu papan pengumuman di ujung jalan utama Badan Kepegawaian Daerah. Beliau mendekati papan pengumuman tersebut, ternyata itu adalah papan pengumuman yang berisi syarat-syarat yang diperlukan untuk mengurus berbagai dokumen yang diperlukan para Pegawai Negeri Sipil, seperti Kenaikan Pangkat, pengajuan Kartu Pegawai, Kartu Istri dan berbagai surat keterangan penting lainnya. Badan Kepegawaian Daerah  telah berinisiatif untuk memberikan informasi yang diperlukan para Pegawai Negeri Sipil, sangat membantu sekali, pikir pak Amir.
            Sekali lagi pak Amir memeriksa berkas yang dibawanya sesuai yang tertera di papan pengumuman, lalu meneruskan langkahnya menuju Badan Kepegawaian Daerah. Tidak berapa lama pak Amir telah tiba didepan Badan Kepegawaian Daerah. Bangunan kantor itu cukup besar, dan sudah menggunakan arsitektur yang baru, dan terlihat jelas bahwa bangunan tersebut dipelihara dengan baik. Dindingnya di cat putih bersih, sederhana namun terlihat rapi. Halaman kantor ditanami bunga-bunga berwarna cerah yang tumbuh mekar, seolah menjadi salam selamat datang, pekarangan disapu dengan bersih, tempat parkir yang teduh menambah kenyamanan. Pak Amir pun melangkah.
            Ketika sampai didepan pintu kantor, terlihat seorang petugas duduk di mejanya. Petugas itu berdiri menyambut kedatangan pak Amir, tersenyum, dan berkata “Selamat pagi Pak, Saya Ambar, petugas Badan Kepegawaian Daerah ini, ada yang bisa Saya bantu Pak ?”. Pak Amir kembali tersenyum dan menjelaskan maksud kedatangannya.
            Sambil tetap tersenyum, Ambar mempersilahkan pak Amir duduk, dan  menanyakan berkas kelengkapan yang diperlukan untuk ijin cuti tahunan nya. Setelah memeriksa berkas yang dibawa pak Amir, Ambar menjelaskan prosedur yang telah di tetapkan. “Proses ijin cuti tahunan ini memakan waktu sekitar 45 menit Pak” lanjut Mira. “Bapak bisa datang kembali atau sebelumnya telepon kami terlebih dahulu untuk memastikan apakah sudah jadi dan dapat diambil” atau bapak menunggu di ruangan sebelah, mari Pak”. Ambar mengajak pak Amir keruangan sebelah.
            Ruangan itu tidak terlalu besar, tapi tertata apik. Ada sederetan kursi sofa model lama namun bersih. Di pojok ruangan terlihat meja kecil, yang diatasnya ada dispenser berisi air mineral lengkap dengan gelas-gelas plastik yang tertata rapi. Sebuah televisi menyala, menampilkan acara salah satu stasiun televisi swasta. Diatas meja tersusun rapi beberapa majalah dan koran sebagai bahan bacaan. “Silakan Bapak menunggu disini”. Lengkap dan cukup nyaman ruang tunggu ini pikir pak Amir. Setelah Ambar pergi, pak Amir pun menunggu sambil menonton televisi.
            Tidak terasa waktu sudah berjalan 45 menit ketika petugas itu datang kembali menemui pak Amir. “Terima kasih sudah menunggu Pak, ijin cuti tahunan Bapak sudah selesai kami proses, tolong diperiksa dulu Pak, siapa tau ada kesalahan penulisan nama atau indentitas lainya Bapak”. Pak Amir pun memeriksa ijin cuti tahunannya, ternyata tidak ada yang salah dengan ijin tersebut.
            “Kalau tidak ada yang salah, ijin cuti tahunan Bapak sudah selesai, ada yang bisa Saya bantu lagi Pak ?” tanya nya. Pak Amir mengucapkan terima kasih dan mengatakan sudah tidak ada lagi keperluannya. “Terima kasih Pak, kalau begitu mari Saya antarkan kedepan, dan jangan sungkan-sungkan untuk datang kembali, jika Bapak mempunyai keperluan di Badan Kepegawaian Daerah ini ” ucap petugas tersebut sambil tetap tersenyum. Akhirnya pak Amir pergi meninggalkan Badan Kepegawaian Daerah tersebut sambil tersenyum dan memuji dalam hati betapa sangat memuaskan sekali pelayanan yang diberikan oleh Badan Kepegawaian Daerah tersebut. 
            Bagaimana ? Mungkin itu adalah salah satu gambaran utopis, gambaran sempurna dari suatu keadaan yang ingin kita capai. Namun menurut saya, kurang lebih pelayanan prima dapat di ilustrasikan seperti cerita diatas. Pelayanan prima harus mencakup, paling tidak, tiga aspek. Dari cerita diatas dapat disimpulkan, Kantor Kepegawaian Daerah telah mengadopsi sistem pelayanan prima. Prima dari segi sumber daya manusia, dari segi sarana dan pra sarana, serta prima dari segi sistem kerja (prosedur) yang diterapkan.
            Sebelum melangkah lebih jauh, marilah kita tinjau dahulu pengertian dan makna dari pelayanan itu sendiri. Melayani dapat berarti membantu menyiapkan (mengurus) apa yang diperlukan seseorang. Sedangkan pelayanan dapat diartikan usaha melayani kebutuhan orang lain. Sehingga tentunya dalam memberikan pelayanan, tujuan akhirnya adalah memberikan yang terbaik bagi kepuasan pihak yang dilayani. Apakah ada standar bagi kepuasan itu sendiri ? Semestinya ada, pelayanan dapat dikatakan sebagai pelayanan prima, apabila usaha yang kita berikan nilainya lebih besar dari pada standar yang ditetapkan. Sebagai contoh dari ilustrasi diatas, estimasi waktu yang diberikan adalah 45 menit, tetapi pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 30 menit. Lebih cepat 15 menit bagi pihak yang menunggu. Berarti dari segi sistem kerja dan prosedur, sudah dapat dikatakan prima, ada alur kerja yang diikuti, ada batasan waktu yang jelas, dan ternyata terselesaikan sebelum batas waktu !
            Bila kita mencoba melihat sedikit ke belakang, bahwa pada awalnya masyarakat membuat kontrak sosial untuk membentuk lembaga pemerintahan, dengan tugas law and order (konsep penjaga malam). Pada tahapan selanjutnya tuntutan agar pemerintah bukan hanya sebagai penjaga malam, tetapi bertugas untuk kemakmuran rakyatnya (welfare state). Konsep kemakmuran berakar dari, bagaimana Negara berupaya melakukan usaha-usaha pemerintahan melalui pembangunan dan pemerataan. Jadi keberadaan pemerintah adalah untuk melindungi dan mensejahterakan masyarakatnya. Kesejahteraan itu sendiri biasanya diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (HDI) dengan indikator utamanya penghasilan, kesehatan, dan pendidikan. Sehingga tidak mengherankan bila pemerintah selalu berusaha menitik beratkan pembangunan pada tiga sektor ini. Sehingga untuk meningkatkan HDI dilakukan melalui pelayanan publik (umum) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 
            Pelayanan publik (umum) adalah segala bentuk kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan (Kepmenpan 63/KEP/M.PAN/7/2003). Dalam hal ini yang menjadi penyelenggara pelayanan publik tentu saja instansi pemerintah. Pemberi pelayanan publik adalah pejabat/ pegawai instansi pemerintah yang melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sedangkan penerima pelayanan publik adalah orang, masyarakat, instansi pemerintah dan badan hukum. Sehingga sudah menjadi tugas semua aparat pemerintah, untuk memberikan pelayanan publik.
            Konsep pelayanan prima sendiri bukanlah suatu konsep yang benar-benar baru. Namun pada pelaksananannya masih terkesan sedikit terkendala. Pemerintah terus membenahi sistem kerja maupun menciptakan terobosan-terobosan baru dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebut saja misalnya, apa yang sekarang disebut e-government (e-gov), pemerintah, baik pusat maupun daerah, telah berusaha mengadopsi teknologi dan diterapkan dalam sistem pemerintahan untuk mempermudah dan memotong birokrasi yang selama ini lebih kompleks. Atau yang sekarang sedang hangat dibicarakan, pembentukan Unit Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Atap  (UPPTSA). Salah satu tujuan pembentukan UPPTSA adalah untuk menciptakan satu unit kerja di bidang pelayanan perijinan kepada masyarakat yang lebih baik, dengan prosedur yang lebih cepat, terjangkau, dan dengan birokrasi yang lebih sederhana. Hal ini merupakan satu langkah yang sangat bijak, dan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat.
            Pelayanan prima berarti pelayanan yang sangat baik atau pelayanan yang terbaik. Pelayanan terbaik dari pemerintah kepada masyarakat. Merupakan suatu sikap dari aparat pemerintah dalam melayani masyarakat secara memuaskan. Pelayanan prima dapat memberikan kepuasan kepada semua pihak, baik masyarakat, pegawai, maupun pemerintah atau Negara.
            Pelayanan prima sangat terkait dengan tingkat kepuasan masyarakat yang dilayani. Dalam hal ini kepuasan berarti tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan, dengan harapannya. Jika kinerja di bawah harapan, maka masyarakat kecewa. Jika kinerja sama dengan harapan, masyarakat puas. Sedangkan jika kinerja melebihi harapan, masyarakat akan sangat puas (prima).
            Untuk menerapkan pelayanan prima, harus diciptakan dahulu hal-hal yang menjadi standar pelayanan prima. Setiap penyelenggaraan pelayanan publik harus memiliki standar pelayanan. Standar ini harus dipublikasikan sebagai jaminan adanya kepastian bagi penerima layanan (masyarakat). Standar pelayanan merupakan ukuran yang dibakukan dalam penyelenggaraan pelayanan, wajib ditaati oleh pemberi dan penerima pelayanan.
           Petugas pemberi pelayanan harus ditetapkan dengan tepat, berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan. 
            Dengan adanya standar, kita dapat mengetahui kualitas layanan yang diberikan. Hal ini menjadi penting sebagai bahan untuk koreksi diri (self correction) dan untuk pengembangan secara terus menerus.
            Pelayanan prima bukanlah suatu sistem kerja yang tidak mungkin dicapai. Pelayanan prima dapat dicapai, apabila kita berorientasi pada kepuasan masyarakat, obsesi terhadap mutu pelayanan yang diberikan. Diperlukan komitmen jangka panjang dari semua pihak untuk menciptakan apa yang disebut budaya pelayanan prima. Pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan aparatur. Kerjasama tim dan semangat tidak cepat untuk puas. Perbaikan, baik sistem prosedur kerja, maupun sarana secara berkesinambungan.
            Demikian banyak aspek yang harus kita benahi. Oleh karena itu, sebagai langkah pertama, marilah kita semua bersama-sama berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Lakukanlah hal-hal terbaik ditempat kita bertugas, karena kita semua mempunyai tanggung jawab moral, baik kepada Tuhan, masyarakat, dan diri sendiri, selaku aparatur pemerintah, untuk ikut membangun dan mensejahterakan masyarakat melalui bidang kita masing-masing.
Marilah kita coba lakukan sebuah perjalanan menuju komitmen,sebagai berikut :
1. MAKNA DARI KOMITMEN
Komitmen seperti halnya motivasi, bukanlah sesuatu hal yang bisa kita amati secara langsung. Kita mengartikannya bahwa hal itu timbul dari apa yang dikatakan dan dilakukan orang. Paling sedikit ada dua jenis perilaku yang mencirikan komitmen pegawai. Pertama, pegawai nampaknya memusatkan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaannya. Kedua, yang berkaitan kemauan mereka untuk melakukan pengorbanan pribadi untuk mencapai tujuan tim atau tujuan organisasi mereka.
Pusat perhatian / Fokus :
Setiap pegawai yang merasakan terikat di dalam organisasi, maka yang bersangkutan akan menaruh perhatian untuk setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dan oleh karena itu tidak jarang ia begitu menunjukkan perubahan dalam berperilaku. Dengan pikiran diatas, maka salah satu dari hal yang kita maksudkan dengan orang yang mengemban peran ialah bahwa mereka mempunyai suatu focus / pusat perhatian. Terkadang fokus ini sedemikian mencekamnya sehingga nampak seorang mereka berada pada keadaan seperti menderita karena pemandangan di terowongan. Bila kita mepertanyakan mengenai “apa pendapat anda mengenai kualitaskah yang paling penting ataukah atribut yang berkaitan pengembanan yang harus dimiliki Seorang Kepala Seksi agar bisa berhasil ?” Seluruh mereka mengatakan bahwa para Kepala Seksi harus yakin bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang paling penting di dalam Satuan Kerja / instansi tersebut. Dan bilamana mereka kehilangan komitmen mereka terhadap tujuan mereka sendiri atau mempertanyakan nilai kepentingan maka mereka akan menjadi rugi. Akan tetapi orang biasanya adalah terlebih dahulu diembankan terhadap kualitas. Sistem tidaklah menghasilkan kualitas, oranglah yang menghasilkannya. Mereka bisa mnghasilkannya walaupun sistemnya buruk. Mereka bisa memproduksinya bila manajemennya dan supervisinya tidak buruk. Peranan dari manajer adalah untuk membebaskan orang sehingga mereka bisa melakukan komitmen mereka terhadap kualitas tanpa adanya rasa takut. Jadi fokus yang merupakan sifat dari komitmen biasanya adalah mengakibatkan adanya kualitas
Pengorbanan Pribadi :
Kemungkinan seseorang yang yakin bahwa ukuran kekuatan dari komitmen adalah bagaimana tingkat kemauan seseorang untuk melakukan pengorbanan pribadi untuk memenuhi komitmen. Tentu saja ada batasnya di dalam derajat pengorbanan tersebut dan bisa dilakukan seseorang. Akan tetapi penting untuk meramalkan bagaimana keadaan batas tersebut. Suatu slogan yang melukiskan hubungan antara komitmen dan pengorbanan adalah dijelaskan oleh seorang bermain sepak bola. Dia mengatakan bahwa salah satu dari ketentuan paporit adalah bilamana anda tidak bisa bermain keras maka ada tidak bisa akan main. Keluhan2 yang saya dengar diutarakan para manajer (Kepala Seksi) paling sering adalah mengenai fungsi pelayanan dan fungsi administrasi di dalam organisasinya ialah bahwa orang di dalam fungsi tersebut tidak komitet sampai pada garis dasarnya dan mereka tidak memiliki gambaran besarnya. Manajer tersebut kemungkinan adalah benar tetapi mereka tidak melihat pertangungjawabannya sendiri terhadap permasalahan itu. Bagaimana caranya mereka merasakan komitmen terhadap tugas pelayanan yang dilakukan oleh perusahaan bilamana mereka tidak mempunyai keterkaitan terhadapnya ? Dalam organisasi yang sama suatu peringatan yang sering terjadi dari manajer ialah : saya tidak pernah melihat orang menyerahkan catatannya dengan tepat waktu. Manajer tersebut mengeluh mengenai kurangnya komitmen tetapi bagaimana caranya mereka bisa mengharapkan komitmen dari orang yang diminta melaksanakan tugas yang hanya seperti menjadi pembantu didalam kegiatan organisasi yang di jalaninya? Makna dari contoh tersebut ialah bahwa bila kita ingin orang mengemban bersama komitmen yang sama tentang tujuan perusahaan dan organisasinya maka kita harus membuat mereka sadar apa adanya tujuan tersebut. Komitmen adalah lanjutan dari makna. Suatu tugas hanyalah merupakan tugas sampai seseorang mengidentifikasi hal itu dan melihat maknanya untuk apa seseorang berbuat, selanjutnya hal itu menjadi komitmen. Orang tidaklah melakukan pengorbanan kecuali apa yang mereka lakukan mempunyai arti. Orang butuh menghubungkan apa yang mereka lakukan terhadap sesuatu keseluruhan yang lebih luas. Didalam pekerjaan orang butuh mengenai cara mereka berkonstribusi terhadap keberhasilan organisasi mereka. Ringkasnya, komitmen adalah nyata di dalam fokus dimana orang menunjukkan untuk mengemban mencapai tujuan dan ukuran yang paling pasti dari komitmen ialah didalam hal pengorbanan pribadi dimana orang mau melakukannya untuk mencapai tujuan tersebut.

2. MEMBANGUN KOMITMEN
Bilamana sesuatu tugas utama dari manajer (Kepala Seksi) adalah untuk menciptakan komitmen dan memusatkannya pada staff, maka manajer tersebut harus mempunyai pemikiran yang jelas tentang komitmen dan tujuan komitmen tersebut.
Memandang komitmen sebagai suatu bangunan yang ditopang oleh empat tiang, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Kejelasan, sebagai tiang pertama :
Perencanaan strategi yang formal dan sangat jelas haruslah menjadi serangkaian aktivitas yang umum terjadi di dalam organisasi. Perencanaan strategi (bilamana hal itu efektif) adalah melakukan paling sedikit dua hal : Hal itu memperjelas apa yang dimaksud organisasi untuk dilakukan dan memperjelas apa yang dimaksudkan organisasi dalam bentuk arti keberadaannya. Perencanaan yang efektif bisa dilakukan pada setiap tingkat organisasi. Anda pernah melihat organisasi dalam perencanaan strateginya hanyalah dilaksanakan sebagai basa basi pada bagian puncaknya sehingga supervisi tingkat pertama melakukan muatannya sendiri. Anda melihat struktur dalam organisasi dimana nilai2 kerjasama dan loyalitas yang satu dengan yang lainnya adalah mendalam di samping adanya ketidak hadiran mereka didalam pengembangan organisasi yang lebih luas. Agar komitmen di dalam pekerjaan menjadi timbul, seorang karyawan haruslah mempunyai suatu fokus. Fokus tercipta dengan cara mengkomunikasikan tujuan strategi dengan nilai2 inti dari organisasi ke bawah melalui masing2 tingkatan. Pada masing2 tingkatan tujuan tersebut dan nila2nya haruslah dijabarkan kedalam pekerjaan dan keputusan2 dari masing2 manajer dan karyawan. Oleh karena itu, tidaklah mungkin mengadakan perhitungan yang mendalam tentang pentingnya membentuk dan mengkomunikasikan nilai2 dari organisasi. Sama tidak mungkinnya untuk mengukur kerugian di dalam pelaksanaan yang terjadi bilamana nilai2 tidak dikomunikasikan dan yang lebih buruk lagi bila dikomunikasikan tetapi tidak dilaksanakan. Tanpa ada kejelasan strategi tidak mungkin terdapat fokus dan tanpa adanya fokus maka tidak akan terdapat komitmen.
Kompetensi, sebagai tiang kedua :
Terdapat dua unsur dimana para manajer harus membangun kompetensi dari karyawan :
• Mereka harus menjamin bahwa karyawannya mempunyai penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk melaksanakan tugasnya.
·         Mereka harus yakin bahwa karyawannya mempunyi kepercayaan diri untuk melaksanakan tugasnya.
Beberapa para manajer keberatan terhadap pemikiran bahwa mereka harus bertanggung jawab untuk mengembangkan pegawai. Mereka mengatakan bahwa: Hal itu adalah pertanggungjawaban mereka untuk mengembangkan diri mereka sediri, termasuk pada waktu-waktu perusahaan mengharuskan mereka melakukan tugasnya dan bila mereka ingin mempelajari suatu hal, maka mereka bisa melakukannya di dalam waktu mereka sendiri.
Sesuatu hal yang tak dapat disangkal bahwa individu mempunyai pertanggungan jawaban akhir untuk mengembangkan diri mereka sendiri. Hal tersebut bukanlah menguatkan bahwa seluruh sumber didalam organisasi haruslah memperbaharui kembali diri mereka sendiri atau teknologi haruslah memperbaiki diri sendiri.
Para manajer yang membantu karyawannya meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya, termasuk juga membangun komitmen dari karyawan tersebut terhadap pelaksanaan yang superior dan pelaksanaan yang tangguh.
Bagaimana caranya untuk membangun kompetensi ? Dengan jelas adalah latihan yaitu latihan di ruang kelas, latihan di tempat tugas, studi banding dsb. Beberapa organisasi ada yang mempunyai program latihan secara luas atau program pengembangan pengajaran.
Jadi dengan pelatihan merupakan suatu cara mengadakan dukungan dan pemantapan pada karyawan yang melakukan suatu tugas yang baru, sehingga dengan pelatihan adalah memperlancar pelajaran karena hal tersebut memerlukan waktu dan dipusatkan pada hal-hal nyata apa yang perlu diketahui oleh masing-masing karyawan.
Pengaruh, sebagai tiang ketiga :
Pengaruh adalah perhatian ketiga dari komitmen. Karyawan tidak mempunyai pelaksanaan yang hampir mendekat sempurna, mereka secara konsisten menolak sesuatu input didalam pekerjaannya dan berharap untuk mengikuti dengan tanpa bertanya terhadap keputusan dari pimpinannya.
Dengan memperluas pengaruh terhadap karyawan akan bisa terjadi komunikasi terhadap program yang di jalankan sehingga terjadi sebuah progam yang lebih baik dari sebelumnya. Kadang hal itu bisa juga dapat dilaksanakan dengan cara kelompok kecil dan tim khusus umpanya lingkaran kualitas, tim produksi, dan gugus penasehat. Hal itu bisa diperluas melalui pembicaraan yang informal dan pembicaraan sewaktu bekerja yang manajer lakukan bersama dengan bawahannya.
Untuk melukiskan bagaimana pentingnya pengaruh di dalam mengembangkan komitmen karyawan menuju perbaikan dan ketangguhan, pelaksanaan superior, pikirkanlah mengenai organisasi dimana para anggotanya memiliki pengaruh yang paling kecil.
Suatu cara untuk membantu para manajer adalah memulai untuk memperluas pengaruh terhadap bawahan yang didasarkan pada model yang diperlihatkan di dalam tabel dibawah ini, terdapat tiga buah bidang pengaruh di dalam setiap bidang, sebagai berikut :
Peluang Untuk Memperluas Pengaruh Pegawai :
1. Innovation 2. Planning 3. Problem solving
Inovasi :
Inovasi adalah proses pengembangan dan penerapan pemikiran yang baru. Manajer melibatkan bawahan dan karyawan pendamping di dalam proses inovasi melalui hal berikut :
·          Mengadakan input artinya mendorong mereka untuk menampilkan pemikiran yang baru.
·         Membuat keputusan arinya mengijinkan mereka untuk membantu memutuskan pemikiran yang mana yang akan iuji atau dikembangkan.
·         Penerapan artinya membantu mereka untuk memperoleh dukungannya untuk pemikiran yang baru tersebut.
Hal yang dikemukakan diatas memerlukan disiplin untuk mendorong pemikiran yang baru.
Perencanaan :
Para manajer juga bisa memperluas kesempatan dari para bawahan dan karyawan pendamping untuk berpartisipasi didalam berbagai macam proses perencanaan dari organisasi, umpamanya perencanaan kerja, perencanaan anggaran, merencanakan perubahan organisasi, membuat tujuan kelompok kerja dan sebagainya. Bawahan dan karyawan pendamping bisa dilibatkan didalam tiga buah cara :
·         Mengadakan input artinya mengembankan mereka menyediakan informasi, data dan anjuran mengenai anggaran, tujuan tim, perubahan terencana, dan sebagainya.
·         Pembuatan keutusan artinya berpartisipasi didalam memutuskan mengenai difinisi persoalan, mengenai persoalan yang mana yang akan diselesaikan dan sebagainya.
·         Penerapan artinya merancang penyelesaiannya, mengemban dan mengevaluasi strategi dan sebagainya.
Pelatihan adalah kunci penting untuk memperluas pengaruh karyawan. Di dalam pembicaraan pelatihan mereka bersama karyawan, manajer mengijinkan karyawan secara aktif mengidentifikasi kebutuhan mereka sendiri dan membantu membentuk cara-cara kebutuhan tersebut agar terpenuhi. Pelatihan bisa melibatkan karyawan didalam menyusun harapan pelaksanaan mereka sendiri dan tujuan karir kerja mereka sendiri.
Hal itu bisa secara aktif mengembankan mereka didalam menemukan cara-cara untuk memperbaiki pekerjaan mereka dan pelaksanaan mereka.
Apresiasi / Penghargaan sebagai tiang keempat :
Kaki yang keempat yang mendukung komitmen adalah apresiasi, oleh karena itu bagi seorang manajer yang berpendidikan akan mengatakan kepada anda mengenai dari mana saya berasal, apresiasi yang anda peroleh untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik ialah bahwa anda perlu menjaga pekerjaan anda. Komitmen terhadap pelaksanaan yang unggul / superior ialah merupakan suatu fungsi dari kejelasan, kompetensi, pengaruh dan apresiasi.
Pertanyaannya adalah bagaimana cara pengembanan apresiasi tersebut (terutama sesuatu yang bersifat informal) sehingga mereka mempunyai pengaruh yang maksimum. Tentu saja kita perlu mengetahui pelaksanaan yang terbaik. Pencapaian tugas yang mempunyai arti lebih luas dari sekedar melakukan suatu pekerjaan dengan baik.
Cara lainnya (kedua) untuk meningkatkan apresiasi adalah membuatnya dapat diketahui banyak orang, sehingga ia merasa dihargai dalam organisasi dengan demikian akan memberikan daya dorong kepada yang bersangkutan untuk memberikan konstribusi dalam pekerjaannya menjadi lebih baik.
Cara yang ketiga untuk menambahkan arti terhadap apresiasi ialah dilakukan hal-hal secara kreatif atau bahkan secara gigih. Seorang eksekutif menyerahkan suatu tanda penghargaan dengan suatu piagam penghargaan  dengan tanda terima kasih yang dituliskanya dengan tangan.
Dari uraian yang telah dikemukakan diatas, maka kejelasan, kompetensi, pengaruh dan apresiasi tersebut terdapat pada tempat kerja akan memberikan daya dorong dalam memajukan pegawai yang telah memusatkan perhatiannya dan kemauan berkorban untuk membangun komitmen.  
4. KESIMPULAN
Pertama :
Komitmen dari karyawan adalah kunci penting terhadap pelaksanaan organisasi yang terbaik.
Komitmen adalah dibuktikan oleh 1) Berpikiran tunggal, perilaku terpusat ; 2) Kemauan untuk berkorban karena sebab tersebut.
Kedua :
Komitmen adalah didukung oleh 1) Kejelasan mengenai tujuan dan nilai-nilai ; 2) Kompetensi dari karyawan yang memungkinkan keberhasilan ; 3) Derajat pengaruh yang dimiliki karyawan dan ; 4) Apresiasi yang dinyatakan untuk diberikan kepada karyawan karena konstribusinya / sumbangannya.

Hidup adalah pilihan, diam atau menuju perubahan. Kini semuanya kembali terpulang kepada kita semua, apakah kita mau untuk berkomitmen dan memberikan pelayanan terbaik sebagai abdi Negara ? Atau kita hanya akan bekerja sebagai seorang aparatur yang biasa-biasa saja ?

DIRGAHAYU KORPRI......selalu ada di kiri dadaku
»»  READMORE...

Rabu, 14 November 2012

RIZQY YANG LUAR BIASA (sebuah catatan kelahiran anakku yang ke tiga)


Ku tuliskan catatan ini sebagai sarana bagiku untuk mengingatkan pada saatnya nanti betapa besar dan bermaknanya waktu yang di lalui bersama keluarga…
 
Minggu, 4 Nopember 2012…10.00WIB ….catatan ini berawal
Waktu itu Saya dan isteri serta anak-anakku Mas Rizqy dan Mas Haidar…dua jagoanku lagi bercengkerama dan bermain main bersama…tertawa bersama..
Tiba tiba isteriku mengeluh dan di bagian belakang “dasternya” berdarah…kupikir wah sudah waktunya melahirkan nich…pikirku…namun ternyata tidak..itu adalah darah dari ambein yang diketahui isteriku mengganggu minggu terakhir ini….

Dengan sedikit panik dan cemas Ku telphon Dokter obsgyn yang biasa kita kontrol, dr.MUH.SUDIAT,SPOG(K) Beliau waktu itu baru di Luar kota karena acara keluarga, “ini bagaimana pak? Tanyaku setelah kuceritakan yang terjadi dengan isteriku..Di ujung Telphon beliau memberi penjelasan bahwa mau tidak mau harus operasi untuk kelahiran anakku yang ketiga ini…Setelah menerima penjelasan secukupkan lewat telphon dan untuk kontrol kembali esok paginya kusampaikan pada isteriku..”Ehm..Gimana Pak?” …”Harus Operasi jawabku singkat”… “Pak aku takut….” Sejak di vonis SC untuk melahirkan anakku yang ketiga ini, sejak itu pula isteriku bertanya pada temen temanku maupun teman temannya yang melahirkan lewat Caesar…

Senin , 5 Nopember 2012… 08.00 WIB
RB PELITA…yah disinilah tempat kontrol isteriku dan tempat kelahiran anakku Mas Rizqy dan Mas Haidar. Hari ini penentuan dimana dan kapan isteriku melahirkan…satu persatu yang datang kontrol di panggil dan tibalah giliran isteriku..
“gimana bu? “..Monggo saya periksa….”
Setelah chek tensi dan dengan USG di ketahui semua baik, normal dan siap untuk di lahirkan…

Akhirnya terjadi pembicaraan serius antara aku isteriku dan dokter Sudiat, dan diputuskan besok pagi tanggal 6 nopember 2012 jam 05.00 di RS Banyumanik Semarang …dilaksanakan operasi Caesar untuk istriku melahirkan anak yang ketiga…Ku telphon pihak RS untuk bisa saya pesan tempat proses operasi isteriku.dan waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan..terus berjalan seiring kegelisahanku dn ketakutan isteriku yang Nampak dari raut wajah isteriku

Jam 20.00 RS Banyumanik Semarang.
Dengan Jalan pelan menuju ruangan kamar rawat inap setelah sebelumnya mengisi biodata yang di perlukan. Saya dan isteriku membawa alat secukupnya…

Jam 23.00 isteriku di pasang infuse dan puasa jelang operasi, perawat dan bidan memberikan penjelasan untuk persiapan besok pagi.

Dari menit ke jam, dan sejak itu isteriku tidak tidur sama sekali…”bu tidur tho sudah dari kemarin ibu ndak tidur..” karena sejak minggu itu isteriku tidak tidur…”pak..aku takut…” hanya itu ucapan yang keluar dari mulut isteriku…
Bu, yuk berdoa dan terus berdoa semoga semua sehat  dan pelaksanaan lancar…Ku SMS dan telphon saudara saudaraku…mohon untuk ikut berdoa demi kelancaran proses operasi isteriku..

Selasa , 6 Nopember 2012 jam 05.00
Semua tim sudah datang, isteriku di bawa ke ruangan operasi dan aku menunggu di luar ruangan, gelisah…menit ke menit terasa lama sekali..dan tepat di jam 5.24 anakku ketiga lahir …ibunya sehat dan Alhamdulillah ..Salah Satu tim dokter kebetulan ku kenal dokter Dwi Wastoro, SpA (K) “dia Cewek tulen dan Selamat Ya”.. kata dokter anak tersebut setelah keluar dari ruang operasi..
“Alhamdulillahirobbil alamin, kubaca doa dan terus memuji kebesaran Nya…terima kasih isteriku…” sampai saya di panggil..”suaminya Ibu Endang…ini pak bayinya kalo mau di kumandangkan adzan di kupingnya….” “ ya bu” ku jawab…

Itulah Sekitar seminggu yang lalu, tepatnya 6 Nopember 2012, istri saya menjalani operasi caesar untuk kelahiran anak ketiga kami. Walaupun tanpa rencana sebelumnya, alhamdulillah semuanya berjalan lancar, bayi kami sehat dan ibunya pun selamat. Rasa khawatir tentu saja ada, walaupun ini adalah bukan kelahiran pertama, tapi ketiga untuk melahirkan secara normal, meminimalkan persiapan untuk operasi dan hanya menyiapkan mindset untuk lahir normal. Ini sempat berakibat sedikit kepanikan saya waktu operasi akan dilangsungkan. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Sekarang tinggal menjalani masa penyembuhan pasca operasi yang justru merupakan tantangan yang lebih untuk ditaklukkan.

Penyembuhan pasca operasi juga menjadi salah satu alasan mengapa pada awalnya istri berusaha untuk melahirkan secara normal. Ya tentu sangat berbeda, dg kelahiran normal, katanya, si ibu bisa lekas dapat pulih dan beraktivitas wajar dalam hitungan hari. Dengan operasi sesar, dalam hitungan hari, sang ibu baru bisa berjalan dengan tertatih  plus menahan rasa nyeri yang masih sering muncul. Bahkan beberapa kali, istri sempat tidak tahan menahan rasa sakit itu sehingga harus diberi semacam anestesi untuk mengurangi rasa sakit. Bekas operasi juga butuh waktu untuk benar2 pulih. Beberapa hal sedang dicoba untuk mempercepat pemulihan, ada yg memberitahu ttg obat china (blm dicoba).
Saya yakin memang semuanya butuh proses, waktu, kesabaran, ketelatenan, jg doa tentunya. Saat ini istri sudah lumayan lebih baik, bisa berjalan dan beraktivitas di rumah walau masih sangat terbatas. Ya, mudah2an saja penyembuhan ini segera berhasil dg baik. Memang butuh pengorbanan untuk meraih keberhasilan.
Alhamdulillah, terima kasih ya Rabb, atas karunia dan amanah ini, moga kami bisa menjaganya dan menjadi orang tua yg terbaik utk anak2 kami. 
Selamat datang anakku…aku , ibumu dan kakak kakak mu menunggu senyum ceriamu…
I LOVE U…

»»  READMORE...

Senin, 22 Oktober 2012

BERHENTI BEKERJA BUKAN BERARTI BERHENTI BERKARYA....(catatan perpisahan Pimpinan tempat kerjaku)



Catatan kegiatan Bulan Juni 2012.....(@ berhenti sejenak dan berfikir...)

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan..

Perpisahan adalah kepastian
Waktu berjalan, tak bisa di mundurkan
Berjalan pelan, tak bisa dimajukan


Dalam kegiatan perpisahan di tempat kerjaku sempat kujadikan sebagai catatan dan ku tuliskan dalam catatan untuk di ingat bahwa pada suatu saat nanti pasti akan terjadi pada ku...Perpisahan karena purna sesuai dengan Batas Usia Pensiun.

Tetap berkarya dan sukses selalu......

Bapak Drs.PURWITO,MM
Dari riwayat jabatan Bapak dapat di lihat luar biasa…:
                   1. Ka. Sub Bag TU Wagub 01-04-1985
                    2. Kabag Humas 02-06-1994
                    3. Camat  14-01-1995
                    4. Kabag Umum 03-01-1998
                   5. Kabag TU Dinkessos 13-05-2002
                   6. Ka.Kantor PMD 18-09-2002
                   7. Kabag Ortala Setda 02-05-2005
                   8. Kepala BKD 28-01-2009...- purna PNS

Kesan yang saya tangkap :
“ Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.” Itu ada di sosok Bapak Purwito

“  Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata TOLONG, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya.”

“  Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan MAAF, saat Bapak menegur, mengingatkan & berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan.”

“  Terima kasih karena Bapak selalu mengucapkan TERIMA KASIH kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.”

“   Terima kasih Pak Purwito atas semua penghargaan kepada semua orang seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan & dikecilkan & sampai kapan pun bapak adalah teladan buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan merestui jalan dimanapun Pak Purwito berada. Amin.”

Ada beberapa petuah yang sering terucap oleh Bapak Purwito ;
  1. Cakra Manggilingan adalah cakra yang menggelinding, maksud petuah jawa itu adalah bahwa hidup ini ada putarannya.
    Cakra manggilingan bisa berlaku kepada seorang pribadi atau kepada sebuah keluarga besar, namun semua itu merupakan sebuah kesatuan, karena pribadi adalah juga representasi atau bagian dari keluarga besar.
    Ketika kita saat ini kita dalam kondisi diatas maka kita harus menyiapkan diri saat nanti kita di bawah, sehingga bisa bersiap kembali untuk duduk di kursi kebesaran. hormati orang lain yang saat ini ada di bawah kita, karena bisa jadi di tahun2 yang akan datang dia berada diatas kita
  2. Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka, namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. (Alexander Graham Bell)
  3. Kalo bisa di tolong kenapa tidak, karena kita tidak tahu siapa dan kapan orang akan menolong kita, seperti ketika kita menolong mereka…

“Terimakasih dan terimakasih adalah ucapan yang bisa kami haturkan semoga menjadi amal bagi Bapak dalam berkarya berikutnya, tetap semangat untuk berkarya , berbahagia dan semoga sukses selalu “
“Mohon maaf bila selama dalam bergaul selama ini ada hal yang tidak berkenan bagi bapak namun yang pasti tidak ada kesengajaan sama sekali…sekali lagi kami atas nama teman teman mohon maaf yang sebesar besarnya…”
“Seringkali kita baru tahu dan menyadari betapa berartinya seseorang bagi kehidupan kita justru di saat akan Berpisah. Seseorang akan selalu dikenang oleh orang lain kalau dia banyak meninggalkan kebaikan buat orang di sekelilingnya. Jadi jangan berhenti untuk selalu berbuat baik kepada sesama, kepada orang di sekeliling Anda agar orang lain selalu mengenang Kita”

”Bukan berarti purna tugas adalah purna karya. Teruslah berkarya, dan tetap semangat menyongsong esok gemilang. Kiranya dalam menikmati purna tugas, tiada yang lebih membahagiakan selain bercengkerama bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua (amin…amin…amin)


»»  READMORE...

Jumat, 19 Oktober 2012

ANAKKU YAKINLAH KAU BISA.....(catatan pentas Keyboard...RIZQY).


 

Pentas yang ke IV


"Besok Bulan Oktober mas QQ pentas pak...." kata Pak San San guru les keyboard yang punya nama TRI B WAHYONO ..
Ini pentas yang ke empat sejak dinyatakan anakku sebagai murid salah satu tempat kursus di kotaku...
yah pengalaman tiap akan pentas bukan cuma dia yang ribut... semua anggota keluarga..mulai penuhnya jadwal latihan...diributi adiknya yang mau ikutan main sama kakaknya atau anakku seniri yang ndak mau latihan....ough semua ribuuutttt...

Kemudian saya diingatkan sebuah artikel yang pernah ku baca...
Sebelum mengikuti pentas, ada baiknya orangtua memberikan gambaran menyeluruh tentang pentas yang akan diikuti. Beritahukan “medan”, tujuan mengikuti pentas, dan tanamkan konsep lakukan yang terbaik.

Saat anak ku QQ pentas baik berikan harus di berikan reward yang positif sebagai tanda Saya  menghargai usaha, bakat dan kerja kerasnya. Reward tidak selalu berbentuk materi, bisa saja dengan bentuk pelukan, ciuman, pujian, atau sekedar diajak ke tempat yang ia sukai....

Saat anak ku QQ ndak main sempurna tetap kuberikan penguatan yang positif dan jangan jadikan hal ini sebagai suatu masalah. Misalnya “ Wah tidak apa-apa sayang, kan mas QQ sudah usaha. Kereen lho tadi . Lain kali kita coba lagi yuk”.

Dan ku berikan kepada anak ku QQ, kesempatan seluas-luasnya dengan mengikuti berbagai macam pentas sesuai dengan minat anak. Sehingga terbangun semangat pantang menyerah, semangat berjuang dan mendidik mental juara

PERLUKAH MEMBUAT TARGET 
Menurut Pengalamanku target boleh-boleh saja, tapi jangan sampai tuntutan kita melebihi kemampuan anak. Jadikan sebagai sesuatu yang menyenangkan sekaligus juga sebagai ajang eksplorasi bagi orangtua untuk mengetahui bakat anak.

Jadikan kompetisi sebagai ajang untuk mengukur kemampuan anak. Bandingkan dengan dirinya sendiri antara kemarin dan sekarang misalnya. Apakah ada peningkatan? Jangan sekali-kali dibandingkan dengan anak yang lain
  • Bagaimana mengatasi rasa canggung atau grogi saat anak tampil di muka umum?
Sebelum tampil maka sebaiknya ada try out terlebih dahulu. Misalnya anak tampil di depan orangtuanya dulu, atau tampil di depan teman sebayanya. Dan jangan lupa selalu memberi dorongan yang positif

Kemudian ku sampaikan tentang  mental juara...
Seperti apa mental juara?
  • Mental Juara Bukan Untuk Olah Raga Saja
Tentu saja, yang dimaksud mental juara itu bukanlah dalam bidang olah raga saja. Bukan dalam pertandingan saja, tetapi juga untuk berbagai bidang lainnya. 
  • Juara Sejati Memiliki Sikap Sportif
Tentu saja, yang dimaksud disini bukan cara meraih juara dengan menghalalkan segala cara. Seorang juara sejati akan selalu bertindak sportif. Apa jadinya jika kita juara tetapi didapat dengan cara yang tidak baik? Maka sesungguhnya gelar juara akan terasa semua. Anda tidak benar-benar juara, hanya secara resmi saja.
Berlaku curang, sikut kiri sikat kanan, dan mencuri start bukanlah sikap seorang juara sejati. Juara sejati berusaha untuk menjadi yang terbaik, bukan sekedar mencari gelar juara. Selalu ingin menjadi yang terbaik adalah mental juara yang benar, bukan sekedar mendapatkan gelar, penghargaan, bonus, atau piala.
  • Percaya Diri
Salah satu mental juara itu adalah percaya diri. Dia yakin bahwa dia mampu menjadi juara. Hanya orang yang percaya dirilah yang berani masuk gelanggang untuk bertanding. Percaya dirilah yang akan menjadi dia bertindak dengan cara yang terbaik.
  • Juara Itu Bukan Berarti Sombong
Seorang juara sejati akan bertindak, kemudian melakukan apa yang dia lakukan sebaik mungkin. Bukan dengan cara hanya omdo (omong doank) sambil menjatuhkan dan menjelekan lawannya. Sikap seperti ini sama sekali tidak menggambarkan mental juara. Justru, sikap sombong datang karena dia tidak percaya diri menjadi juara. Dia akan berusaha menjatuhkan lawan dengan omongan supaya dia dianggap juara.
  • Juara Sejati Mengakui dan Menerima Kekalahan
Dia tahu, bahwa kekalahan bukanlah kiamat. Mungkin dia tidak menjadi juara pada pertandingan kali ini. Tetapi dia tidak berhenti, dia mengambil hikmah sehingga pada pertandingan berikutnya dia bisa tampil lebih baik lagi. Dia tidak menyesal, tidak terpukul, dan tidak juga menyalahkan lawan. Menyalahkan lawan hanya akan menutup mata kita melihat kekurangan diri untuk diperbaiki.


Alhamdulillah kemarin pentas mengiringi teman les Vokalnya sungguh luar biasa....tanpa salah dan sempurna...
banyak pujian di sana sini yah semoga tetap bisa baik dan tanpa berkurang rasa percaya diri dalam dirimu ananakku tanpa di ikuti sifat somong....

ku katakan " SELAMAT NAK....SUKSES PENTAS KE EMPATMU...kamu pasti bisa... dan yakinlah Bisa dan lebih BIsa
»»  READMORE...

Jumat, 21 September 2012

KETIKA KU TERBANGUN.....(sebuah catatan ).






Bila malam sudah beranjak mendapati subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri
anda yang sedang terbaring letih menemani bayi anda. Tataplah wajahnya yang
masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak
menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap. Kalau saja tak ada air wudhu
yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah
tak ada lagi.



Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Disaat anda sudah bisa merasakan
betapa segar udara pagi, tubuh letih istri anda barangkali belum benar-benar
menemukan kesegarannya. Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian
bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya
dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi.
Padahal tangan istri anda pula yang harus mencucinya.

 Disaat seperti itu, apakah yang anda pikirkan tentang dia?

Masihkan anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara
lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara disaat
yang sama anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun
dalam berbicara, lulus dalam memilih setiap kata serta tulus dalam menjalani
tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan
kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkan anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan
yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak
tengah mengajak anda membiarkan istri membentak anak-anak dengan mata
membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak anda melihat bahwa tatkala tubuhnya
amat letih, sementara suami tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia
tak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan
untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat
itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak menjerit karena
cubitannya yang bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja
secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah
manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah
meminta kepada anda.

Sementara gejolak-gejolak jiwa memenuhi dada, butuh telinga yang mau
mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa
kesediaan utuk mendengar, atau ia tak pernah anda akui keberadaannya, maka
kangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba
meledak.

Jangankan istri anda yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun
pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya
meledak-ledak bukan karena Nabi SAW tak mau mendengarkan melainkan semata karena
dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW hanya diam mengjadapi ‘Aisyah yang
sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.

Ketika menginginkan ibu anak-anak anda selalu lembut dalam mengasuh, maka
bukan hanya nasehat yang perlu anda berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan yang
perlu anda berikan agar hatinya tidak dingin,apalagi beku, dalam menghadapu
anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak
itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta
dan kasih sayang.

Ada ketulusan yang harus anda usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia
masih tetap mememilki energi untuk tersenyum kepada anak-anak anda, sepenat
apapun ia.

Ada lagi yang lain : PENGAKUAN. Meski ia tak pernah menuntut, tetapi mestikah
anda menunggu sampai mukanya berkerut-kerut.

Karenanya, anda kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu
melewati tengah malam, pandanglah istri anda yang terbaring letih itu, lalu
pikirkanlah sejenak, tak adakah yang bisa anda lakukan sekedar mengucapkan
terima kasih atau menyatakan sayang bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa
tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh
yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir
minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir
cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka,“ada secangkir minuman
hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?“

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa anda lakukan. Mungkin sekedar
membantunya meyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan
tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau anda terlibat dengan
pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum
mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly; tetapi semata karena
mencari ridha Allah, sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa
yang anda lakukan.

Anda tidak akan mendapati amal-amal anda saat berjumpa dengan Allah di
yaumil-qiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin anda lakukan, terserah anda. Yang
jelas, ada pengakuan untukknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan
yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan anda untuk
menyatakan terima kasih, tak ada airmata duka yang menetes baginya, tak adal
lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karema merasa tak
didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang anda berikan lepadanya, kelak
istri anda akan berkata tentang anda sebagaimana Bunda ‘Aisyah RA berucap
tentang suaminya, Rasulullah SAW,”Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku”.

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau
perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk
meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik
tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih sayang dan cinta yang tak lekang
oleh perubahan. Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak
memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah anda ingat kembali
ketika Rasulullah SAW berpesan tentang istri. “wahai manusia, sensungguhnya
istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas
mereka. Ketahuilah.”kata Rasulullah SAW melanjutkan.” kalian mengambil wanita
itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan
kitan Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurusi istri kalian. Aku wasiatkan
atas kalian untuk selalu berbuat baik.”

Anda telah mengambil istri anda sebagai amanah dari Allah. Kelak anda harus
melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana anda menunaikan amanah dari-Nya. Apakah
anda mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya,
jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, anda sempat tercatat selalu
berbuat baik untuk istri.


Oleh : Ustd. M.Fauzil Adhim di copy dari note FB Smart Parenting

»»  READMORE...

Rabu, 05 September 2012

LANGKAH PERTAMA MENENTUKAN (catatan motivasi terdalam)



Ingatan sempat melayang pada setitik memori yang pernah di jalani...komitment 

pada tugas....(motivasi terdalam)

ya...sebuah ingatan tentang LANGKAH PERTAMA YANG MENENTUKAN...
Waktu itu.....banyak yang ingin di ungkapkan namun tak kuasa karena gembira berlebihan atau kesedihan yang berlebihan? sungguh sungguh itu yang harus di lakukan...
Ya.... Hari ini banyak yang memberikan berbagai informasi tentang sebuah perubahan yang akan terjadi...namun kita harus memilih dan memilah informasi mana yang patut di ikuti atau terus berhenti pada sesuatu yang kecil yang di informasikan....


Dan harus memilih....karena pilihan kita akhirnya harus di ikuti denganlangkah pertama yang menentukan....sungguh kembali pada dimana dan kapan kita memilih dan menentukan langkah berikutnya....Motivasi paling kuat berasal dari dalam diri bukan dari luar....karena bila inspirasi muncul dari dalam diri akan menjadi motivasi terkuat dan terus bertambah lebih kuat dibandingkan dengan dari luar.....Begitu juga dengan kebahagiaan ....kebahagiaan ada dalam diri bukan di luar...Jadilah pribadi yang tangguh dan bisa menentukan langkah pertama yang menentukan langkah berikutnya....

Bersyukur atas semua nikmat yang ada dan berdoa semoga hari ini berjalan dengan baik dan mendapatkan ridho dariNya...Dan ketika penantian dilakukan kita harus tetap pada tujuan dan komitment untuk melakukan janji hati . jangan pernah berubah bila memang telah jadikan sebuah janji antuk di lakukan....yakinlah pasti akan berhasil...Hidup adalah pilihan...tetap diam atau menuju perubahan
»»  READMORE...